Saat saya ditanya, “Apa yang kamu pikirkan saat mendengar nama ‘Lolita’?” saya akan menjawab, “Sexy, sensual.” Mendengar nama ‘Ani’, saya langsung terpikir ‘cewek baik-baik saja’. Mendengar nama ‘Sugiharti’ saya akan rasakan keberuntungannya. Sugih = kaya, harti = harta.

Vladimir Nabokov tak salah memberi judul novel bernama ‘Lolita’, sebuah rasa antara muda, perayu, seksi dan sensual. Lolita (1955) novel yang pertama kali ditulis dalam bahasa Inggris yang diterbitkan di Paris. Tahun 1967, novel ini diterjemahkan ke bahasa Rusia dan diterbitkan di New York. Novel ini bergaya bahasa inovatif dan berisi kisah kontroversial di jamannya. Naratornya adalah sang protagonis, Humbert Humbert yang terobsesi dengan gadis cilik 12 tahun bernama Dolores Haze. Humbert adalah akademisi yang memberi nama dirinya ‘nymphet’ atau seseorang yang bernapsu terhadap gadis remaja antara usia 9 hingga 14 tahun. Obsesinya ini adalah produk kegagalan cinta pertamanya di masa kecil dengan Annabel Leigh yang meninggal karena sakit tipus. Pengalaman Humbert bercinta juga turun-naik. Ia bertugas jauh hingga tiba di rumah seorang janda yang memiliki anak perempuan, bernama Dolores. Dolores, terkadang dipanggil Dolly, Lolita, Lola, Lo, L, gemar berjemur di halaman. Humbert seakan melihat sosok Annabel Leigh di dalam diri Lolita.

***

Melihat lebih jauh nama Lolita, banyak perempuan remaja di Amerika Latin, karena kesulitan ekonomi akhirnya terpuruk ke dunia kegelapan secara otomatis. Dari latar belakang ini, istilah Lolita akhirnya membumi sebagai satu istilah yang memiliki rasa sensualitas tinggi.

Saya menemukan satu foto di luminous-landscape.com. Foto ini memperlihatkan sosok wanita muda yang berpose seronok. Di balik cerita foto ini, sang fotografer sebenarnya tak sengaja mengambil gambar. Ia hanya memotret sekilas, tapi sang perempuan muda ini langsung berpose sensual secara sengaja.

Foto ini bukan dokumenter, bukan gambar sebuah reportase. Foto ini murni seni. Produk seni, seperti biasa, biasanya provokatif. Ia dimaksudkan untuk membuat penikmat gambar berpikir dan berpikir ulang, bingung, terpesona, terangsang, atau tertantang. Foto ini diberi nama ‘Lolita’.

Beli novel kontroversial ini di www.inibuku.com

atau klik di pranala di bawah ini:

Lolita

Pengarang: Vladimir Nabokov
Penerbit: Serambi
Halaman: 528
Harga toko: Rp 59.900,- (HARGA INIBUKU Rp 47.920,-) klik sini
Kategori: fiksi dewasa terjemahan – Kode buku: S01VNAB01